Notulen Rapat 15 Feb 2013


Hari, tanggal   : Jumat, 15 Februari 2013.
Waktu             : Pukul 08.00-selesai.

Daftar Hadir :

    1)      Adi Maulana Yusuf
    2)      Dicky Panji Ismaya
    3)      Bayuarga Damar Sungkowo
    4)      Andrean Sndi Wicaksono
    5)      Nur Setiawan
    6)      Dedi Septiawan
    7)      Deni Setiawan
    8)      Rahmat Herdiantoro
    9)      Durrotun Nasihah
    10)   Efi Candrawati
    11)   Widi Nurul Nurhartati
    12)   Rahayu Pujianingsih
    13)   Fitri Cahyani Wulandari
    14)   Putri Nastiti
    15)   Hanifa Zazqia Agustina

Agenda :

    1)      Uang khas Rp1000,- setiap pertemuan.
    2)      Membahas rencana pembuatan jas almamater,
           Warna : menyusul
           Design : Bayuarga Damar Sungkowo
           Jas almamater dengan lambang PIK-R dan nama.
    3)      Membahas lomba menyanyi.
           Persiapan : diumumkan oleh Pak Kamisan melalui pengumuman sekolah, ketua kelas I               

           dan II dikumpulkan, lalu pemberitahuan informasi, (ketua kelas atau perwakilan dari         
           kelasnya melaporkan di bk yang berminat untuk mengikuti lomba)
           Siswa akan di seleksi
                        -     Tempat : Aula SMK N 2 Pengasih
                        -          Pembimbing : Bu Lidya.
Siswa akan dipilih 2 atau 3 anak untuk dikirim mengikuti lomba.
    4)      Untuk pendataan bakat siswa kelas I dan II dibagikan angket, bersamaan dengan  
           pemberitahuan lomba, angket dikumpulkan bersamaan dengan laporan siswa yang  
           berminat mengikuti lomba menyanyi.
    5)      Jumlah untuk fotocopy pamflet lomba sebanyak 31 lembar (dibagikan setiap kelas 1 
           lembar), dan untuk fotocopy angket bakat 250 lembar.

Bimbingan dan Konseling


Bimbingan dan konseling berasal dari dua kata yaitu “bimbingan” dan “konseling” :
1. Definisi Bimbingan
Dalam mendefinisikan istilah bimbingan, para ahli bidang bimbingan dan konseling memberikan pengertian yang berbeda-beda. Meskipun demikian, pengertian yang mereka sajikan memiliki satu kesamaan arti bahwa bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan.
Menurut Abu Ahmadi (1991: 1), bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri

Pentingnya Menjaga Kesehatan Reproduksi


Kesehatan Reproduksi RemajaPengertian kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan kesehatan yang sempurna baik secara fisik, mental, dan sosial dan bukan semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya.
Sedangkan kesehatan reproduksi menurut WHO adalah suatu keadaan fisik, mental dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya.
Definisi kesehatan reproduksi menurut hasil ICPD 1994 di Kairo adalah keadaan sempurna fisik, mental dan kesejahteraan sosial dan tidak semata-mata ketiadaan penyakit atau kelemahan, dalam segala hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi dan fungsi dan proses. 

Pengertian kesehatan reproduksi ini mencakup tentang hal-hal sebagai berikut: 1) Hak seseorang untuk dapat memperoleh kehidupan seksual yang aman dan memuaskan serta mempunyai kapasitas untuk bereproduksi; 2) Kebebasan untuk memutuskan bilamana atau

Posisi Pengembangan Diri dalam Bimbingan Konseling



Seperti ditegaskan di muka pengembangan diri sebagaimana dimaksud dalam KTSP merupakan wilayah komplementer antara guru dan konselor. Penjelasan tentang pengembangan diri yang tertulis dalam struktur kurikulum dijelaskan bahwa :
Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada konseli untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap konseli sesuai dengan kondisi Sekolah/Madrasah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir konseling.

Tipe Kepribadian



Lebih dari 400 tahun sebelum Masehi Hippocrates, seorang tabib dan ahli filsafat yang sangat pandai dari Yunani, mengemukakan suatu teori kepribadian yang mengatakan bahwa pada dasarnya ada empat tipe temperamen. Sebenarnya, ada beberapa teori mengenai macam-macam kepribadian. Teori yang paling popular dan terus dikembangkan adalah teori Hipocrates-Galenus. Yang merupakan pengembangan dari teori Empedokretus. Berdasarkan pemikirannya, ia mengatakan bahwa keempat tipe temperamen dasar itu adalah akibat dari empat macam cairan tubuh yang sangat penting di dalam tubuh manusia :

Relasi Teman Sebaya


Tidak diragukan lagi bahwa keluarga merupakan salah satu konteks sosial yang penting bagi perkembangan individu. Meskipun demikian perkembangan anak juga sangat dipengaruhi oleh apa yang terjadi dalam konteks sosial yang lain seperti relasi dengan teman sebaya. Laursen (2005 : 137) menandaskan bahwa teman sebaya merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan pada masa-masa remaja. Penegasan Laursen dapat dipahami karena pada kenyataannya remaja dalam masyarakat moderen seperti sekarang ini menghabiskan sebagian besar waktunya bersama dengan teman sebaya mereka (Steinberg, 1993 : 154).

Konseling Teman Sebaya (KTS)




A. Konseling Teman Sebaya
Konseling teman sebaya adalah program bimbingan yang dilakukan oleh siswa terhadap siswa yang lainnya. Siswa yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh konselor. Siswa yang menjadi pembimbing berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu siswa lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, baik akademik maupun non-akademik. Di samping itu dia juga berfungsi sebagai mediator yang membantu konselor dengan cara memberikan informasi tentang kondisi, perkembangan, atau masalah siswa yang perlu mendapat layanan bantuan bimbingan atau konseling.